Pelajaran IPS itu seksi selalu jadi perhatian banyak orang, bagaimana tidak seksi? Mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang paling dinamis dibanding mata pelajaran lain karena obyek yang dikaji sebagaian besar adalah manusia dengan segala aktivitasnya setiap saat berubah. Misalnya jumlah penduduk tiap tahun berubah, Peristiwa sejarah yang kian bertambah, cara pemenuhan kebutuhan manusia berubah, interaksi sosial yang kian kompleks, dan masih banyak contoh lainnya.
Salah satu bukti seksinya pelajaran IPS belum lama ini dunia pendidikan dihebohkan tentang kesalahan penulisan nama Ibu Kota negara Israel , Yerusalem yang seharunya Tel Aviv pada buku pelajaran IPS SD kelas 6 oleh salah satu penerbit. Kesalahan ini bertambah fatal, mengingat buku terebut dikeluarkan dalam bentuk buku elektronik (BSE) yang dapat di unduh dan cetak kapan saja, namun menurut Mendikbud, Muhadjir Effendy , sejak tanggal 12 Desember 2017 buku tersebut sudah dihapus dari daftar buku BSE. Kejadian ini terjadi ditengah maraknya kecaman dunia akibat pernyataan kontroversi Presiden Amerika serikat, Donald Trump yang menyebut Yerusalem Ibu Kota Israel.
Kejadian –kejadian serupa bisa saja terulang dikemudian hari mengingat perubahan dunia juga demikian cepat harus dikiuti oleh pembelajaran IPS yang sesuai dengan zamannya.
Jika ditelisik lebih jauh , Ilmu sosial (bahasa Inggris: social science) atau ilmu pengetahuan sosial (Inggris:social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Karakteristik mata pembelajaran IPS juga berbeda dengan disiplin ilmu lain yang bersifat monolitik. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Rumusan Ilmu Pengetahuan Sosial berdasarkan realitas dan fenomena sosial melalui pendekatan interdisipliner.
Dengan kajian dan tinjauan yang luas ini memberi dampak pada pengguanaan sumber belajar IPS yang beragam pula. Dari mulai manusia, Bahan, lingkungan, alat dan perlengakapan yang dijadikan sebagai sumber belajar. Disinilah yang harus diperhatikan . Manusia, dalam hal ini guru sebagai sumber utama punya peran strategis untuk selalu meningkatkan kompetensi pengetahuannya, terus meng up date dan meng upgrade mengikuti perkembangan zaman, bersifat terbuka. Terhadap sumber belajar dalam bentuk buku paket, video, film, bola dunia, grafik, CD interaktif hendaknya selektif dan selalu di cek tahun pembuatan, apakah ada revisi, dan relevansinya dengan kondisi saat ini.
Terhadap isi materi palajaran yang beresiko atau mengadung kontroversi sebaiknya tidak usah dijelaskan cukup disampaikan sekilas sambil dengan bijak guru menyampaikan bahwa materi tersebut akan dikaji pada jenjang SMA/ SMK atau perguruan tinggi, khusus kepada peserta didik yang penasaran sebaiknya diajak dialog empat mata untuk diberi pemahaman.


0 Komentar